Executive Summary ▼
- Penyempitan saluran air ditemukan Tri Adhianto saat meninjau Perumahan Mandosi Permai, Kelurahan Jatiluhur, Bekasi, sebagai tindak lanjut laporan warga.
- Pertemuan arus saluran perumahan dengan debit Kali Cikeas belum berjalan optimal, sehingga diperlukan penyesuaian dan rekayasa teknis.
- Tri Adhianto meminta perbaikan segera pada tanggul yang roboh dan meninjau progres pembangunan Taman Mandosi yang ditarget diresmikan bersama warga sekitar November.
SiarWarta.com, Bekasi — Penyempitan saluran air menuju Kali Cikeas ditemukan Tri Adhianto saat meninjau langsung Perumahan Mandosi Permai, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Kunjungan itu merespons laporan warga terkait kondisi saluran air di kawasan tersebut.
Benturan aliran menjadi persoalan utamanya. Saat pembuangan air dari saluran perumahan bertemu arus Kali Cikeas, debit tidak berjalan selaras. Penyesuaian dan rekayasa teknis dinilai perlu dilakukan agar sistem aliran kembali optimal.
“Pada saat pembuangan air dari dalam saluran bertemu dengan arus Kali Cikeas, terjadi benturan aliran. Sehingga perlu ada modifikasi rekayasa agar saluran ini bisa menyatu dan berfungsi lebih optimal,” ujar Tri Adhianto.
Dari hasil peninjauan, muncul temuan lain: ada bagian tanggul yang mengalami kerusakan dan roboh. Tri Adhianto meminta perbaikan segera dilakukan untuk mencegah sedimentasi akibat longsoran yang bisa menghambat aliran air.
“Terlihat ada bagian yang roboh dan ini harus segera diperbaiki. Jangan sampai menimbulkan sedimentasi karena longsoran. Nantinya perlu dibuat tanggul yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengarahkan perhatian pada akses jalan penghubung antarwilayah di sekitar pembatas Kelurahan Jatiluhur dan Jatiasih. Fasilitas penghubung warga itu perlu diperhatikan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan baik.
Kreativitas warga Perumahan Mandosi Permai mendapat apresiasi. Mereka mengubah saluran selokan menjadi kolam ikan lele dan nila, bentuk pengelolaan lingkungan yang lebih produktif.
“Saya mengapresiasi kreativitas warga. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan fasilitas yang ada agar memiliki nilai manfaat,” ungkapnya.
Inovasi sederhana itu dinilai bisa jadi contoh peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan ruang yang lebih bermanfaat.
Pada kunjungan yang sama, Tri Adhianto meninjau progres pembangunan Taman Mandosi. Fasilitas ruang publik itu diupayakan selesai agar langsung bisa dipakai masyarakat.
“Harapannya nanti setelah progres pembangunan selesai, peresmian bisa dilakukan bersama masyarakat. Insyaallah kita lihat jadwalnya, kemungkinan mulai November ada waktu untuk bisa bergabung dengan warga,” katanya.
