Lewati ke konten
WartaTerkini:

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Raib Saat Kunjungan Menteri, Bappisus: Justru Semakin Menarik

SiarWarta

Oleh Redaksi SiarWarta

Selasa, September 29, 2026 --:-- WIB

bappisus-perdalam-investigasi-hunian-mewah-lapas-cibinong
Televisi, kulkas, dan AC di hunian mewah Lapas Cibinong raib saat kunjungan Menteri Imipas. Bappisus menyebut perbedaan temuan itu justru memperdalam investigasi. | Foto: Tangkapan layar
Executive Summary ▼
  • Hunian mewah Lapas Cibinong masuk fase investigasi lebih dalam oleh Bappisus setelah fasilitas yang difoto Ombudsman saat sidak Rabu (23/9) menghilang saat kunjungan Menteri Imipas Jumat (25/9).
  • Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto mendorong proses pidana menyusul pencopotan Kalapas Cibinong, sambil menyerap data sidak Ombudsman untuk memperkuat penyelidikan internal Kemenimipas.
  • Komisi XIII DPR RI akan turun langsung ke Lapas Cibinong mencocokkan data hasil rapat dengan Kemenimipas Senin (28/9), atas persetujuan pimpinan DPR; Ombudsman menyerahkan laporan tertulis ke Komisi II hari ini pukul 14.00 WIB.

SiarWarta.com — Perbedaan temuan di Lapas Kelas IIA Cibinong justru mengarahkan penyelidikan Bappisus ke lapisan yang lebih dalam. Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto menilai, fasilitas mewah yang sempat didokumentasikan Ombudsman lalu menghilang saat kunjungan Menteri Imipas merupakan materi investigasi yang kian menarik.

"Temuan yang berbeda kemarin itu bagus. Ya, ini kalau Anda ke salon ada before dan after, ya kan. Jadi kemarin itu karena banyak yang sudah berubah, itu justru investigasinya semakin dalam," kata Aries dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (29/9).

Saat inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman RI ke Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9), ditemukan fasilitas mewah: ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga peralatan memasak. Dua hari kemudian, Jumat (25/9), Menteri Imipas bersama Kepala Bappisus datang ke lokasi — televisi, kulkas, dan foto-foto yang dilaporkan Ombudsman sudah tidak ada.

Pergeseran kondisi itu menurut Aries layak dipertanyakan. "Ya, karena berubah seperti itu, apa maksudnya ini kok tidak ada? AC dicopot, barang ini tidak ada, itu tidak ada. Kalau itu rumah karyawan, perumahan karyawan, kenapa harus dipindah?" ucapnya. Ia meminta semua pihak menunggu hasil investigasi internal Kemenimipas berjalan dulu.

Aries menanggapi pencopotan Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong dengan tuntutan yang lebih tegas. Dicopot saja tidak cukup, jika muncul indikasi korupsi dari hunian mewah tersebut, penyelidikan tindak pidana wajib dibuka.

"Jadi dicopot, harus juga ada proses pidananya ya. Jadi harus benar-benar objektif ya, transparan, dan komprehensif untuk menyelesaikan ini," tegas Aries di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Selasa (29/9).

Kedatangannya ke Ombudsman untuk mengumpulkan data sidak 23 September, sebagai pelengkap kebutuhan investigasi Bappisus. "Sehingga kita bisa equal ya, mendapatkan data secara komprehensif dan akurat. Sehingga bisa menambah hasil yang objektif, untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Komisioner Ombudsman RI Nuzran Joher membenarkan pihaknya menyerahkan berbagai data temuan lapangan ke Bappisus. Soal rincian hunian mewah, ia menahan diri temuan itu diserahkan lewat jalur resmi ke Komisi II DPR RI selaku mitra kerja dan Presiden RI.

"Terkait kasus ini kami belum bisa menyampaikan lebih dalam, kemarin sudah disampaikan oleh tim ya. Dan hari ini kami akan menyampaikan secara laporan resmi tertulis hasil investigasi kepada Komisi II DPR. Jadi setelah itu nanti kami akan sampaikan kepada Pak Menteri, Pak Presiden," pungkas Nuzran.

Perbedaan temuan yang diserahkan ke Bappisus dan Menteri tidak mengubah posisi Ombudsman. Nuzran menegaskan seluruh fakta akan tetap disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI yang dijadwalkan hari ini pukul 14.00 WIB. "Temuan yang berbeda itu kami serahkan kepada Pak Bappisus dan Pak Menteri juga yang sudah melihat langsung," tuturnya.

Parlemen ikut bergerak. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan Komisi XIII DPR RI akan mengunjungi Lapas Cibinong untuk mencocokkan data hasil rapat bersama Kemenimipas Senin (28/9) dengan fakta di lapangan. Persetujuan pimpinan DPR sudah keluar.

"Oleh karena itu, kami dari pimpinan DPR sudah juga memberikan persetujuan untuk Komisi XIII berkunjung ke Lapas Cibinong untuk mengecek fakta, data," kata Dasco usai rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa. Ia meminta Komisi XIII mengungkap fakta sebenar-benarnya yang mencederai rasa keadilan masyarakat.

Sumber: Antara

Warta Terbaru