Lewati ke konten
WartaTerkini:

RDP Komisi XIII: Wisnu Hani Dicecar Soal Sofa, AC, dan CCTV Rumah Dinas Lapas Cibinong

SiarWarta

Oleh Redaksi SiarWarta

Selasa, September 29, 2026 --:-- WIB

rdp-komisi-xiii-wisnu-hani-dicecar-sofa-ac-cctv-lapas-cibinong
Komisi XIII DPR RI mencecar Wisnu Hani Putranto soal fasilitas mewah Lapas Cibinong: sofa dan AC raib, Kasi Kamtib absen sakit tanpa surat, dan CCTV tidak ada di area rumah dinas. | Foto: (ist)
Executive Summary ▼
  • Fasilitas mewah Lapas Cibinong kembali dibongkar dalam RDP Komisi XIII DPR RI, Senin (28/9/2026), dengan fokus pada pemindahan barang seusai sidak Ombudsman RI.
  • Wisnu Hani Putranto mengakui memerintahkan pemindahan barang karena bukan Barang Milik Negara, lalu menyerahkan tanggung jawab rumah kepada Kasi Kamtib Lapas Cibinong.
  • Komisi XIII juga mempertanyakan foto Jimi Masrin, ketiadaan CCTV di area rumah dinas, dan absennya Kasi Kamtib yang hanya berdalih sakit demam tanpa surat keterangan dokter.

SiarWarta.com — Fasilitas mewah Lapas Cibinong dibongkar dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026). Kalapas Kelas IIA Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto duduk sebagai pihak yang dicecar anggota Komisi XIII Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo soal barang-barang yang hilang dari area yang diklaim sebagai rumah dinas.

Yanuar menyoroti perubahan kondisi lokasi hanya berselang dua hari setelah video inspeksi mendadak Ombudsman RI beredar luas. Pemeriksaan mendadak Menteri Imipas Agus Andrianto ke Lapas Cibinong ikut memantik pertanyaan karena sofa, AC, dan foto di meja diduga tidak lagi berada di tempat.

"Itu yang memerintahkan memindahkan semua barang-barang temuan Ombudsman, hilangnya sofa, hilangnya AC, tidak adanya lagi foto yang ada di meja, dan seterusnya itu. Siapa yang memerintahkan memindahkan itu Pak Wisnu?" tanya Yanuar dengan nada tinggi.

Wisnu menjawab pemindahan barang itu atas perintahnya. Alasannya, barang tersebut bukan milik negara. Pernyataan itu disampaikan di hadapan Komisi XIII DPR RI, Ditjenpas, dan jajaran Lapas Cibinong.

“Siap mohon izin bapak. Yang memerintahkan adalah saya,” kata Wisnu. “Karena barang-barang tersebut bukan milik negara,” ujarnya lagi.

Anggota DPR itu lalu mendorong penjelasan soal siapa yang memasukkan barang ke dalam rumah. Wisnu menyebut area tersebut berada di bawah tanggung jawab Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Cibinong.

“Penanggung jawab rumah tersebut adalah Kepala Seksi Kamtib, Bapak,” jawab Wisnu.

Komisi XIII juga mempertanyakan bingkai foto atas nama warga binaan Jimi Masrin di dalam rumah dinas tersebut. Ketika penjelasan diminta kepada Kasi Kamtib sebagai penanggung jawab area, Wisnu menyatakan bawahannya itu tidak hadir karena sakit demam.

Yanuar menolak alasan itu karena tidak ada surat keterangan dokter. Ia menegaskan agenda RDP bukan pemanggilan biasa.

"Jangankan Kasi, Menteri kalau diundang di Komisi XIII wajib hadir, Pak, kecuali dipanggil Presiden, baru bisa izin. Ini urusan penting!" cecar Yanuar.

Kejanggalan lain muncul dari ketiadaan kamera pengawas di area yang diklaim sebagai rumah dinas. Wisnu berdalih CCTV hanya terpasang di blok hunian dalam. Jawaban itu kembali memantik amarah Yanuar karena titik vital justru tidak terekam.

Yanuar menilai alasan Wisnu tidak berdiri. Ia menyebut Wisnu sudah menjabat sebagai Kalapas Cibinong hampir tiga tahun dan tetap membiarkan kondisi yang dinilai aneh.

“Bapak jangan bohonglah. Ini disaksikan oleh semua publik, Pak. Melihat peristiwa kemarin Pak Menteri datang ke sana dengan situasi yang berbeda, Anda bukan cuma bohongin Pak Menteri. Anda bohongin seluruh rakyat Indonesia, Pak!” tegas Yanuar. *(ap)

Warta Terbaru