![]() |
| Ribuan ASN Pemkot Bekasi turun belanja kebutuhan rumah tangga di Pasar Baru dalam program Gebrak Pasar. Target belanja minimal Rp100 ribu demi gerakkan ekonomi pedagang. | Foto: Info Bekasi |
Executive Summary ▼
- Program Gebrak Pasar Bekasi melibatkan lebih dari 1.000 ASN Pemkot Bekasi yang turun langsung berbelanja kebutuhan rumah tangga di Pasar Baru dengan target minimal Rp100 ribu.
- Pedagang Pasar Baru menyambut antusias program tersebut, mengingat omzet perdagangan sempat anjlok hampir 50 persen sejak relokasi pasar.
- Kegiatan belanja bersama ASN akan digelar rutin setiap minggu pertama awal bulan, bertepatan dengan masuknya gaji aparatur ke rekening masing-masing.
SiarWarta.com, Bekasi — Program Gebrak Pasar Bekasi digelar Pemkot Bekasi, Jumat (2/10). Ribuan aparatur sipil negara (ASN) turun langsung ke Pasar Baru Bekasi untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga.
Kegiatan itu digelar untuk mengajak jajaran aparatur kembali berbelanja di pasar tradisional sekaligus membantu menggerakkan perekonomian pedagang yang sempat lesu.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut jumlah ASN yang hadir ditargetkan lebih dari 1.000 orang. "Kalau menurut hitungan kita, ASN yang datang seharusnya di atas 1.000. Tadi ada BJB dan juga BUMD. Hitungan awal kemarin sekitar 1.000, tetapi hari ini belum saya cek. Harusnya lebih dari 1.000," ucapnya.
Para ASN yang hadir diarahkan untuk berbelanja dengan target minimal Rp100 ribu. Tri mengatakan kegiatan serupa akan dilakukan kembali secara rutin, khususnya pada minggu pertama setiap bulan.
"Kita harapkan belanja mingguan aparatur dilakukan di pasar. Makanya kita lakukan setiap minggu pertama di awal bulan. Tanggal satu uang sudah masuk ke rekening masing-masing aparatur, kemudian pada minggu tersebut kita belanja di pasar," katanya.
Keramaian ASN di Pasar Baru disambut positif oleh pedagang. Arif, salah satu pedagang, mengaku aktivitas perdagangan di pasar mengalami penurunan drastis sejak relokasi.
Omzet pedagang bahkan sempat turun hampir 50 persen. "Kalau soal penurunan, pasti ada. Sejak pindah ke sini memang menurun karena ada yang pindah ke pasar baru. Penurunannya hampir 50 persen," ucapnya.
Arif berharap program belanja bersama tersebut tidak berhenti pada kegiatan kali ini. "Untuk program seperti ini, saya setuju. Alhamdulillah. Kalau bisa jangan cuma hari Jumat, tapi setiap hari, biar lebih ramai," ungkapnya.
