![]() |
| BMKG memprediksi hujan tiga bulan di Bandung membawa volume setara enam bulan. Pemkot Bandung bergerak membersihkan saluran air antisipasi genangan. | Ilustrasi Foto: Pexels/Pamanjoe |
Executive Summary ▼
- Musim hujan singkat bercurah tinggi diprediksi menerjang Kota Bandung mulai Desember hingga Februari dengan volume setara enam bulan akumulasi hujan normal.
- Wali Kota Bandung M Farhan menginstruksikan pembersihan saluran air berkala guna menjaga kapasitas alir sistem drainase kota.
- Koordinasi Pemkot Bandung dan BMKG menegaskan ancaman peningkatan risiko genangan air serta banjir akibat konsentrasi intensitas hujan yang ekstrem.
SiarWarta.com, Bandung — BMKG memprediksi Kota Bandung bakal diterjang musim hujan singkat bercurah tinggi mulai Desember hingga Februari.
Kendati durasi hujan turun diperkirakan hanya berlangsung sekitar tiga bulan, volume air yang tumpah diproyeksikan setara dengan akumulasi curah hujan selama enam bulan.
Wali Kota Bandung M Farhan meminta seluruh warga meningkatkan kewaspadaan menghadapi lonjakan intensitas air ini. Konsentrasi curah hujan yang tinggi dalam kurun singkat tersebut berpotensi memicu lonjakan risiko genangan dan banjir di berbagai wilayah kota.
“Berdasarkan diskusi dengan Kepala BMKG, musim hujan tahun ini berlangsung singkat, Desember hingga Februari, namun volume hujannya setara dengan musim hujan enam bulan. Artinya, intensitas hujan akan jauh lebih tinggi saat turun,” ujar M Farhan pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Pemerintah Kota Bandung mengerahkan pembersihan saluran air secara rutin untuk membendung potensi banjir.
Langkah pengerukan dan pembersihan drainase ini difokuskan agar air dapat mengalir lancar sewaktu debit air melonjak drastis.
Perintah pengerukan jaringan drainase ini telah diterbitkan M Farhan sejak tahun lalu.
Konsistensi pemeliharaan saluran air dinilai menjadi kunci utama agar kapasitas buangan drainase Kota Bandung sanggup menampung tumpahan air hujan yang ekstrem.
“Sudah sejak tahun lalu saya menegaskan agar saluran air dibersihkan secara berkala. Itu langkah yang dapat dilakukan saat ini,” kata Farhan.
