Lewati ke konten
WartaTerkini:

Dedi Mulyadi Siapkan Rp120 Miliar Gaji Petani Tanam Pohon di Gunung Wayang

SiarWarta

Oleh Redaksi SiarWarta

Senin, September 28, 2026 --:-- WIB

dedi-mulyadi-siapkan-120-miliar-gaji-petani-tanam-pohon-gunung-wayang
Pemprov Jabar ambil alih lahan PTPN dan Perhutani di Gunung Wayang untuk ditanami pohon khas. Sebanyak 4.000 petani akan digaji Rp2,5 juta per bulan. | Foto: Dok Humas Jabar
Executive Summary ▼
  • Pemprov Jabar ambil alih lahan PTPN dan Perhutani di Gunung Wayang, Kabupaten Bandung, guna ditanami kembali dengan tanaman khas kawasan setempat.
  • Sebanyak 4.000 petani akan dipekerjakan mulai Desember 2026 dengan upah Rp2,5 juta per bulan untuk mengelola area target seluas 1.000 hektar.
  • Pemprov Jabar mengalokasikan anggaran Rp120 miliar per tahun untuk skema penggajian tersebut guna mencegah kerusakan lingkungan yang mengancam hulu Citarum.

SiarWarta.com, Bandung — Pemprov Jabar ambil alih lahan PTPN dan Perhutani di Gunung Wayang, Kabupaten Bandung, untuk mengembalikan fungsi kawasan tangkapan air hulu Sungai Citarum. Penguasaan hak pengelolaan ini diikuti program penanaman tanaman khas lokasi setempat yang melibatkan warga lokal, Sabtu (26/9/2026).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menetapkan target pemulihan awal seluas 1.000 hektar. Penanaman pohon dijadwalkan mulai berjalan pada Desember 2026 dengan melibatkan 4.000 petani yang akan menerima gaji bulanan sebesar Rp2,5 juta.

Penetapan upah bulanan bagi petani penanam pohon memakan alokasi kas daerah sebesar Rp10 miliar per bulan atau Rp120 miliar per tahun.

KDM menegaskan kebijakan ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan buruh tani di kawasan perkebunan sayur Bandung Selatan, Garut Selatan, dan Cianjur Selatan yang selama ini hanya menerima upah harian Rp20.000 hingga Rp30.000.

Satu orang petani ditargetkan mengelola area seluas 2 hektar, di mana 500 tenaga kerja pertama disiapkan untuk tahap awal 1.000 hektar. Pemprov Jabar mengalihkan fokus pengeluaran anggaran agar tidak terpusat pada proyek fisik semata, melainkan menyasar langsung pada kesejahteraan warga.

Nilai alokasi anggaran Rp120 miliar per tahun dinilai jauh lebih kecil ketimbang beban ekonomi akibat banjir luapan Sungai Citarum. Sedimentasi Citarum menuntut biaya pengerukan sungai lebih dari Rp1 triliun setiap tahunnya, di luar biaya perbaikan infrastruktur akibat banjir.

Sumber air dari Gunung Wayang dan Situ Cisanti menyokong operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata, Saguling, dan Jatiluhur yang menghasilkan pendapatan negara triliunan rupiah.

Aliran air tersebut menopang aktivitas kawasan industri di Purwakarta, Karawang, dan Bekasi yang mencatatkan perputaran uang puluhan triliun rupiah per bulan. Kerusakan ekosistem hulu Gunung Wayang berisiko mematikan rantai industri tersebut. *(az)

Warta Terbaru